Senin, 04 Juli 2011

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian

Jakarta - Sering duduk lebih dari 6 jam sehari? Anda harus berhati-hati. Penelitian terbaru menunjukan duduk terlalu lama bisa berakibat buruk terhadap kesehatan.

Penelitian ini bukan main-main. Dikutip dari CNN, Senin (27/06/2011) penelitian ini dilakukan oleh American Cancer Society terhadap lebih dari 123 ribu orang yang dipantau kesehatannya selama lebih dari 14 tahun.

Salah satu yang diobservasi dalam penelitian ini adalah wanita yang duduk kurang dari 3 jam sehari dan wanita yang duduk lebih dari 6 jam sehari. Hasilnya, jumlah wanita yang meninggal selama kurun waktu penelitian, 40% lebih banyak pada grup yang duduk lebih dari 6 jam sehari.

Penelitian yang lebih spesifik menemukan, penyebab kematian orang yang duduk lebih dari 6 jam sehari, rata-rata terkena penyakit Cardiovascular, kegemukan, diabetes, dan depresi. Penelitian ini juga menemukan semakin lama waktu duduk maka semakin meningkat risikonya terkena berbagai penyakit.

Studi lain yang diterbitkan The American Journal of Epidemiology awal tahun ini menemukan, mereka yang memiliki pekerjaan yang lebih banyak duduk dan jarang berpindah meningkatkan risiko terkena kanker kolon hingga dua kali lipat. Yang menarik penelitian ini menemukan, kerusakan yang ditimbulkan karena duduk terlalu lama, tidak bisa diperbaiki dengan olahraga atau latihan ringan.

Misalnya, supir bus lebih berisiko lebih tinggi terkena penyakit Cardiovascular dibanding kondektur bus. Begitu juga bagian administrasi yang seharian duduk lebih berisiko terkena penyakit dibanding kurir.

Duduk terlalu lama disebut hampir sama berbahayanya dengan merokok. Karena itu, untuk mengurangi risiko akibat kurang gerak disarankan melakukan latihan ringan selama 30 menit setiap harinya.

Namun demikian, bukan berarti hal tersebut bisa membebaskan sepenuhnya Anda dari berbagai penyakit jika tetap duduk terlalu lama. Usahakanlah tetap bergerak secara reguler dan hindari posisi duduk terlalu lama.

Di berbagai belahan dunia telah dilakukan beberapa upaya untuk mengatasi hal ini. Di Atlanta, Amerika, telah diciptakan meja yang bisa disesuaikan untuk posisi duduk dan berdiri. Karyawan bisa bekerja sambil berdiri jika merasa sudah duduk terlalu lama.

"Duduk itu baik jika dilakukan dalam waktu yang tidak berlebihan. Tapi jika berlebihan maka bisa menjadi berbahaya," ujar Dr James Levine dalam Journal of Diabetes ketika memaparkan hasil penelitiannya.

LINK JEJARING SOSIAL

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More